Soul Journey,Thanks to Nature,Be The Change!

6000 pengunjung dari 60 Negara di berbagai penjuru dunia mendatangi desa tenang nan damai di jantung Ubud, Bali, Indonesia. Maka tidak heran, acara tahunan BaliSpirit Festival ke-8, yang digelar di Ubud, Bali - 31 Maret hingga 5 April 2015 lalu ini pantas disebut sebagai salah satu Festival terpopuler di dunia.

Festival Yoga dan tari yang dihelat di alam terbuka (open air area) bertempat di Purnati Center for the Arts, Batuan, Ubud dan juga konser musik di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ini sukses digelar seperti tahun-tahun sebelumnya, mendatangkan para pecinta yoga ke alam Ubud yang damai, menyegarkan kembali jiwa dan pikiran, dengan rangkaian acara yang bukan hanya apik disusun penyelenggara, tapi juga semakin fun dan tentunya membawa dampak positif untuk lingkungan lewat beragam charity yang kembali menjadi manfaat bagi banyak komunitas.

Kelas-kelas Yoga yang menjadi agenda dalam jadwal BaliSpirit Festival 2015 bukan sekadar Yoga dengan gerakan-gerakan meditasi biasa. Bagi pengunjung awam, jenis-jenis Yoga yang dibawakan oleh presenter-presenter handal dari berbagai penjuru dunia ini sangat menarik perhatian, unik dan wajib dicoba karena memberi manfaat dan experience yang berbeda dari Yoga pada umumnya.

Sebut saja Yoga dengan seni, yang diajarkan Gypsy dari USA yang mengajak pesertanya melakukan Yoga sambil melukis, lalu Sarian Jain dari India yang tinggal di USA yang mengajarkan gerakan dengan tarian India dengan nama Masala Bhangra, juga Healing Dance Aquatic Bodywork di dalam air pada kolam renang yang tersedia dipandu oleh Michael Hallock dari USA. Banyak lagi cara healing yang unik, seperti dengan menari, bernyanyi bersama sampai berpelukan dengan peserta lainnya.



Selain itu, penggiat Yoga dari Indonesia juga ambil bagian pada BaliSpirit Festival tahun ini, seperti Yudhi Widdyantoro dengan Yoga Gembira, Deera Dewi dengan Hatha/Vinyasa Yoga, dan publik figur dan aktor ternama Anjasmara, yang mengajak peserta awam mencoba Yoga Ala-Ala.

“Yoga itu untuk mengenal diri sendiri dan sebagai persiapan akan segala sesuatu. Jakarta sebagai kota metropolitan yang banyak hiruk pikuk, macet, everyday is deadline, unsur duniawinya yang kenceng banget. Yoga membantu, saya (khususnya), bahwa hidup bukan hanya tentang materi, tapi hidup adalah sebuah perjalanan agar menjadi lebih baik lagi"

Dalam pose-pose yoga banyak sekali lagi yang berhubungan dengan alam, jadi yoga merupakan suatu representasi dalam kehidupan untuk dekat dengan alam. Sebaiknya kita memang benar-benar dekat dengan alam, karena tanpa alam kita tidak akan menjadi manusia,” papar Anjasmara, selesai kelas Yoga Ala-Ala di BaliSpirit Festival, Kamis, 2 April 2015.

Selain kelas Yoga, healing, dan meditasi, BaliSpirit Festival 2015 juga mengundang musisi kelas dunia untuk menjadi line up di konser bertajuk “One World, One Stage” selama tiga malam di Agung Rai Museum of Art (ARMA). Acara musik harian juga digelar di Coco Love Stage, Purnati Center for the Arts yang menghadirkan sajian Bhakti dari banyak musisi, termasuk The Hornbill Dayak Dance Academy, Borneo dan Rizal Abdulhadi dengan alat musik buatannya sendiri, terbuat dari bambu dan merupakan gabungan delapan senar gitar, didgeridoo dan perkusi dan diberi nama Rasendriya.



Gaungan musik beraliran Devotional chant, modern trip-hop, Afro folk, Icelandic folk, Indonesian Gamelan, therapeutic mashup dan aneka bunyi-bunyian kreatif yang belum pernah didengar pengunjung sebelumnya terdengar selama acara berlangsung, di tengah alam yang teduh, siang dan malam hari.

Begitu dekatnya festival ini dengan alam dan lingkungan Bali, menjadikan BaliSpirit Festival 2015 juga identik dengan charity dari hasil penjualan tiket festival ini atau disebut Karma (Giving Back) untuk alam dan kepentingan massal, seperti program untuk anak-anak, pendidikan, klinik kesehatan, HIV & AIDS awareness, dan khususnya sebuah proyek besar penghijauan alam Bali bernama Bali ReGreen.

Teh Kotak sebagai salah satu sponsor utama yang sudah berpartisipasi selama lima tahun sangat mengapresiasi kegiatan ‘memberi kembali’
 

Penulis
Ananda Rasulia
Website: Travelmulu.com
Instagram: @Jengnanda